Informasi

Wali Kota Bekasi Meminta Renovasi Sekolah di Kota Bekasi Masuk Skala Prioritas di 2027

Bekasinians, pembenahan gedung sekolah masih menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Bekasi. Sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) membutuhkan perbaikan, sementara beberapa Unit Sekolah Baru (USB) masih membutuhkan fasilitas ruang belajar yang memadai.

Kondisi tersebut membuat infrastruktur pendidikan Kota Bekasi kembali menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Kerja (Renja) 2027. Renovasi gedung sekolah, pembangunan ruang kelas hingga penyediaan lahan menjadi bagian dari agenda yang disiapkan Pemkot Bekasi.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi, mengatakan pendidikan masih menjadi fokus utama pada 2027.

“Tahun 2027 itu kita masih di posisi pendidikan yang utama, sekolah-sekolah SMP sama beberapa SD, termasuk penyediaan lahan,” ujar Widayat.

Selain renovasi sekolah yang membutuhkan perbaikan, Pemkot Bekasi juga menyiapkan pembangunan ruang kelas di dua Unit Sekolah Baru (USB), yakni SMP Negeri 61 dan SMP Negeri 62 Kota Bekasi. Penambahan fasilitas ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ruang belajar dan mendukung kegiatan belajar mengajar.

Renovasi Sekolah Jadi Fokus Pekerjaan di 2027

Pembenahan gedung sekolah menjadi bagian penting dalam rencana pembangunan Kota Bekasi tahun depan. Sekolah yang membutuhkan renovasi akan dipetakan untuk menentukan kebutuhan penanganan secara lebih tepat.

Komisi II DPRD Kota Bekasi turut mendorong agar penentuan sekolah yang masuk prioritas renovasi berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, mengatakan pihaknya telah meminta koordinasi antara Disperkimtan dan Dinas Pendidikan.

“Ini yang Pak Wali minta bahwa masih banyak PR terkait dengan infrastruktur sekolah yang harus direnovasi. Sudah ada gambaran di Renja prioritas 2027 sekolah mana saja yang memang menjadi prioritas,” kata Evi.

Cek Kondisi Sekolah Langsung ke Lapangan

Penentuan prioritas renovasi juga tidak hanya mengandalkan data administratif. Evi bersama pihak terkait turun langsung ke sejumlah SD dan SMP di wilayah Bekasi Timur untuk melihat kondisi bangunan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sekolah yang masuk daftar prioritas memang sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Memastikan ini benar atau tidak gedung ini menjadi prioritas dan layak harus disegerakan untuk direnovasi,” tegas Evi.

Selain faktor usia bangunan, kerusakan akibat banjir juga menjadi perhatian. Sejumlah sekolah terdampak sehingga kebutuhan pembenahan tidak hanya menyangkut gedung, tetapi juga fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar.

Ruang Kelas Baru untuk SMPN 61 dan 62

Selain renovasi, kebutuhan ruang belajar baru juga menjadi perhatian Pemkot Bekasi. Salah satu pembangunan ruang kelas yaitu di SMP Negeri 61 dan SMP Negeri 62 disiapkan untuk mendukung kebutuhan fasilitas pendidikan di kedua sekolah tersebut.

Penambahan ruang kelas diharapkan membuat kegiatan belajar mengajar semakin nyaman sekaligus membantu sekolah memenuhi kebutuhan ruang belajar bagi para siswa.

Bekasinians, pembenahan sekolah menjadi bagian penting untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih nyaman dan layak. Harapannya, rencana 2027 tidak berhenti sebagai rencana, tetapi benar-benar menjadi pembangunan yang dirasakan langsung oleh siswa, guru, dan masyarakat Kota Bekasi. Dengan sekolah yang semakin tertata dan fasilitas belajar yang semakin memadai, Kota Bekasi terus bergerak maju dan semakin keren.

Ditulis oleh Owen