KOTA BEKASI — Kesempatan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan kini semakin terbuka melalui aplikasi Nyari Gawe. Platform yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini menghimpun puluhan ribu informasi rekrutmen dari berbagai perusahaan dan memungkinkan pencari kerja mendaftar melalui jalur resmi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turut mendampingi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam sosialisasi pemanfaatan Nyari Gawe. Program ini diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan informasi pekerjaan sekaligus mendorong proses perekrutan yang lebih terbuka.
Aplikasi Nyari Gawe Buka Akses Lowongan Kerja
Aplikasi tersebut dapat digunakan melalui perangkat Android dan iOS. Melalui layanan digital ini, masyarakat berkesempatan menemukan pekerjaan sesuai kualifikasi tanpa bergantung pada perantara yang berpotensi meminta biaya tidak resmi.
Tri mengatakan, respons masyarakat terhadap Nyari Gawe cukup positif sejak pertama kali diperkenalkan. Tingginya minat terlihat dari sejumlah posisi yang jumlah pendaftarnya telah melebihi kuota yang disediakan perusahaan.
Ia menilai pemanfaatan teknologi dapat membantu menekan praktik percaloan yang selama ini merugikan pencari kerja. Masyarakat juga diimbau lebih berhati-hati ketika menerima tawaran pekerjaan, terutama untuk penempatan di luar negeri.
Cegah Percaloan, Warga Dihimbau Melamar Lewat Jalur Resmi
Menurut Tri, keberangkatan melalui jalur ilegal dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari ketidakjelasan status pekerjaan hingga terbatasnya perlindungan bagi pekerja migran. Karena itu, pencari kerja perlu memastikan legalitas perusahaan penempatan sebelum mengambil keputusan.
Nyari Gawe menyasar masyarakat dengan latar belakang pendidikan beragam, mulai dari lulusan sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Peluang yang ditampilkan juga mencakup kelompok usia berbeda, termasuk pencari kerja berusia sampai 45 tahun, bergantung pada ketentuan setiap posisi.
Pemerintah berharap akses informasi yang lebih mudah dapat membantu mengurangi persoalan pengangguran di Kota Bekasi, yang menurut Tri masih berada di kisaran 7 persen.
Sementara itu, Dedi Mulyadi mendorong perusahaan agar berpartisipasi aktif dengan mengunggah kebutuhan tenaga kerja ke dalam aplikasi. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui kesempatan yang tersedia dan mengajukan lamaran tanpa melalui pihak ketiga.
Ribuan Posisi Ditawarkan dalam Bursa Kerja dalam Jaringan
Dalam bursa kerja daring pekan ini, terdapat 2.887 posisi yang ditawarkan oleh 23 perusahaan dengan 68 kategori jabatan. Kesempatan tersebut meliputi pekerjaan di dalam negeri maupun luar negeri melalui perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI).
Penyelenggaraan bursa kerja daring telah memasuki edisi keenam dan digelar secara bergantian di sejumlah wilayah Jawa Barat. Selain mempertemukan perusahaan dengan calon pekerja, kegiatan ini menjadi sarana memperluas jangkauan informasi ketenagakerjaan.
Secara keseluruhan, Nyari Gawe telah memuat lebih dari 32 ribu lowongan kerja. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Disnakertrans akan terus mengajak perusahaan memperbarui informasi rekrutmen agar semakin banyak masyarakat dapat menjangkau peluang kerja secara transparan dan sesuai prosedur.
Ditulis oleh Nur

