Informasi

Pemkot Bekasi Instruksikan Penyediaan Genset untuk Kelancaran Layanan Publik

Belakangan ini, pemadaman dan gangguan listrik kerap terjadi di sejumlah wilayah Kota Bekasi akibat kendala operasional PLN. Kondisi tersebut menyebabkan berbagai aktivitas masyarakat menjadi terhambat. Kendala pada sistem administrasi publik mulai dari tingkat kelurahan hingga pemerintah pusat di beberapa kantor juga sempat lumpuh di jam-jam pelayanan utama.

Menurut penjelasan pihak PLN, rangkaian pemadaman yang terjadi disebabkan oleh pemeliharaan jaringan berkala serta adanya gangguan teknik pada sistem pembangkit. Kondisi ini menuntut kewaspadaan di lingkungan Pemkot Bekasi.

Penyediaan Genset sebagai Langkah Antisipasi

Menanggapi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi segera menyiapkan langkah antisipasi. Wali Kota Bekasi mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyiagakan fasilitas generator set (genset). Langkah ini bertujuan untuk memastikan operasional pelayanan publik di sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap berjalan optimal.

Faskes Pastikan Pasokan Listrik Medis Aman

Di sektor kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satya Sriwijayanti Anggraini memastikan seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kota Bekasi sudah memiliki fasilitas genset yang memadai.

Keberadaan genset ini krusial agar layanan medis tetap beroperasi dengan baik saat gangguan listrik. Sistem mitigasi ini bertugas menjaga stabilitas daya untuk alat-alat kesehatan kritis, seperti mesin inkubator bayi, mengingat sumber listrik merupakan komponen vital yang menyangkut keselamatan pasien.

Langkah Hemat Energi

Di sisi lain, Pemkot Bekasi juga mengambil langkah dalam mendukung penghematan energi di tengah kondisi listrik saat ini. Salah satunya dengan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kebijakan WFH ini secara signifikan berhasil mengurangi penggunaan listrik. Selama WFH, seluruh rapat dan koordinasi dialihkan secara daring (online), sehingga mampu menekan biaya operasional serta menghemat anggaran daerah.

Di tengah situasi ini, pemerintah menghimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap memanfaatkan pelayanan publik maupun fasilitas kesehatan seperti biasa. Selain itu, warga juga diharapkan ikut mendukung efisiensi energi dengan membudayakan perilaku hemat listrik dan menyiapkan langkah mitigasi mandiri di rumah masing-masing.

Ditulis oleh Deviana