Informasi

Lebih Aman, Perlintasan KA Ampera Bekasi Kini Punya Pos Pantau dan Palang Otomatis

Perlintasan kereta api di kawasan Ampera, Kelurahan Duren Jaya, kini sudah dilengkapi dengan sistem pengamanan. Lintasan tersebut menjadi sorotan karena sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Bekasi Timur.

Sebelumnya, perlintasan ini masih menggunakan penjaga manual. Kini sudah menggunakan sistem pengamanan yang lebih modern dengan dukungan teknologi otomatis. Fasilitas pengamanan ini berupa palang pintu otomatis dan pos pantau petugas.

Terlihat di sisi kanan dan kiri rel kini telah terpasang palang otomatis lengkap dengan sirine peringatan. Sistem ini telah melalui tahap uji coba sejak Mei lalu. Uji coba sistem dilakukan untuk melihat kesiapan perangkat dan respons lalu lintas di lapangan.

Tujuan Pemasangan Fasilitas

Pemasangan fasilitas tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan yang melintas di area rel kereta api. Kawasan perlintasan Ampera diketahui memiliki arus kendaraan yang cukup padat. Perlintasan ini dipadati kendaraan dari arah Jalan Ir. H Juanda menuju pemukiman warga dan sebaliknya.

Dengan adanya sistem otomatis, palang pintu akan menutup secara teratur ketika kereta akan melintas sehingga dapat meminimalisir potensi kecelakaan. Sistem tersebut juga dilengkapi lampu dan sirine sebagai tanda peringatan bagi pengendara agar segera berhenti sebelum melintasi rel.

Setelah sistem diterapkan, kondisi lalu lintas di sekitar perlintasan terlihat lebih tertib. Pengendara mulai disiplin berhenti saat palang ditutup dan tidak tampak lagi kendaraan yang nekat menerobos rel ketika kereta melintas.

Penjagaan Lintasan

Tidak hanya mengandalkan sistem otomatis, keberadaan petugas juga menjadi bagian penting. Melalui pos pantau, petugas dapat mengontrol buka-tutup palang pintu sehingga tidak akan terjadi kesalahan.

Selain itu, terdapat petugas untuk mengatur arus sehingga keselamatan pengguna jalan terjaga dan teratur. Sejumlah petugas ini merupakan gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub), Babinsa TNI, dan warga sukarelawan.

Warga sukarelawan yang berjaga sudah dipakaikan seragam, sehingga tidak terafiliasi dengan organisasi manapun. Keberadaan sukarelawan ini tidak membuat warga dipaksa memberikan uang saat melintas. Kehadiran mereka dinilai membantu mencegah penumpukan kendaraan karena kondisi jalan di kawasan Ampera relatif sempit dan rawan macet.

Walaupun sudah dilengkapi dengan palang pintu otomatis dan pos penjaga, pengendara diharapkan tetap berhati-hati dan tetap mematuhi rambu-rambu. Kesadaran warga tetap dibutuhkan demi keselamatan bersama.

Ditulis oleh Deviana