Jumlah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kota Bekasi terus mengalami peningkatan dan tersebar di berbagai wilayah. Kondisi tersebut diikuti dengan kebutuhan layanan pendidikan khusus yang semakin tinggi. Namun, ketersediaan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri di Kota Bekasi masih sangat terbatas. Saat ini, Kota Bekasi hanya memiliki satu SLB Negeri, yakni SLB Negeri Bekasi Jaya yang berada di Kecamatan Bekasi Timur.
Jumlah sekolah yang terbatas belum mampu mengakomodasi kebutuhan pendidikan bagi ABK. Hal ini mengakibatkan sebagian keluarga terpaksa memilih sekolah swasta dengan biaya yang relatif tinggi. Di sisi lain, sebagian ABK belum memiliki akses terhadap layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berupaya memperluas akses pendidikan bagi ABK. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Selain memperluas akses, pembangunan juga akan didukung fasilitas yang memadai dan biaya yang terjangkau bagi masyarakat.
Rencana Pembangunan Sekolah di Setiap Kecamatan
Untuk mewujudkan komitmen itu, Pemkot Bekasi berencana membangun sekolah untuk ABK di 12 kecamatan. Rencana ini telah mendapatkan dukungan dari DPRD Kota Bekasi, namun masih dalam tahap kajian mendalam dan penyusunan anggaran.
Keberadaan sekolah di setiap kecamatan diharapkan dapat mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat. Dengan lokasi yang mudah dijangkau anak dengan kebutuhan khusus akan lebih mudah mengakses pendidikan sesuai dengan kebutuhan mereka. Pemkot Bekasi menargetkan pembangunan sekolah mulai direalisasikan paling lambat pada tahun ajaran mendatang.
Bekerja Sama dengan ESQ Leadership Center untuk Memetakan Potensi
Selain membangun sekolah, Pemkot Bekasi juga telah menjalin kerja sama dengan pendiri ESQ (Emotional Spiritual Quotient) Leadership Center, Ary Ginanjar. Kerja sama dengan pihak ESQ bertujuan untuk memetakan potensi setiap siswa sehingga pengembangan kemampuan dapat disesuaikan dengan bakat dan minat masing-masing.
Mendapat Respons Positif dari Orang Tua ABK
Rencana untuk memperluas akses pendidikan bagi ABK mendapatkan sambutan positif dari orang tua anak dengan berkebutuhan khusus. Koordinator Wilayah Persatuan Orangtua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Bekasi, Egie Fatmawati, mengungkapkan bahwa kehadiran sekolah khusus ini telah lama dinantikan karena biaya pendidikan di SLB swasta masih menjadi beban bagi banyak keluarga.
Di sisi lain, pembangunan sekolah juga akan memperhatikan sarana dan prasarana yang mengedepankan prinsip pendidikan inklusif. Pemerintah juga memastikan ketersediaan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan khusus, tenaga pendamping yang memadai, dan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Ditulis oleh Deviana

