Bekasinians, abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau kini menjadi perhatian setelah partikel abu terlihat sampai ke sejumlah wilayah di Bekasi. Di beberapa titik, lapisan abu tampak menempel di kendaraan, permukaan jalan, hingga area sekitar rumah warga.
Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Material ini terbentuk dari pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang berukuran sangat halus. Partikelnya dapat terbawa angin dalam jarak yang jauh sehingga dampak erupsi gunung api tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar gunung.
Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan
Warga golongan renta seperti anak-anak, ibu hamil hingga lansia dan masyarakat yang memiliki masalah paru-paru seperti asma, bronkitis, atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) perlu mendapatkan perhatian lebih agar tidak terpapar abu vulkanik secara langsung.
Umumnya, ukuran partikel abu vulkanik kurang dari 2 milimeter dan memiliki sifat yang keras, tajam, abrasif, dan tidak larut dalam air. Untuk itu abu vulkanik perlu diwaspadai agar tidak langsung mengenai mata, kulit atau bahkan masuk ke saluran pernapasan.
Beberapa gangguan di saluran pernapasan yang dapat muncul setelah terpapar abu vulkanik antara lain pilek, hidung berair, batuk, sakit tenggorokan, hingga sesak napas.
Bukan hanya berimbas ke saluran pernapasan, organ lain seperti mata juga bisa terdampak. Bentuk partikel abu yang tajam dan sifatnya yang abrasif dapat menyebabkan iritasi mata yang dapat menyebabkan gatal, perih, nyeri hingga abrasi kornea.
Seringkali kulit pun dapat mengalami iritasi bila terkena abu vulkanik dengan munculnya rasa gatal, kemerahan, bengkak, atau muncul ruam.
Begini Cara Melindungi Diri
Ketika abu vulkanik masih berada di udara atau menempel di lingkungan sekitar, Bekasinians sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Aktivitas seperti olahraga baiknya dilakukan di dalam ruangan. Karena saat berolahraga, seseorang bernapas lebih cepat dan lebih dalam sehingga risiko menghirup partikel abu menjadi lebih besar.
Kalaupun harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker pelindung dan pastikan terpasang dengan baik untuk menutupi hidung serta mulut. Kacamata pelindung juga dapat digunakan untuk mengurangi risiko abu bersentuhan langsung dengan mata dan untuk sementara hindari memakai lensa kontak.
Cara Membersihkan Abu Vulkanik di Rumah
Untuk membersihkan abu, jangan langsung menyapunya dalam kondisi kering. Abu yang disapu kering dapat kembali beterbangan dan meningkatkan paparan di udara.
Basahi terlebih dahulu abu yang menempel sebelum membersihkan permukaan rumah, halaman, atau area lainnya. Cara ini membantu mengurangi abu beterbangan saat proses pembersiha. Dan pastikan untuk tidak membuang buang abu vulkanik ke saluran air karena dapat menyumbat saluran.
Abu Vulkanik Bisa Bermanfaat untuk Tanaman
Meski banyak dampak negatif dari abu vulkanik, ternyata ada juga loh sisi positifnya. Setelah erupsi berlalu dan situasi kembali aman, abu vulkanik akan mengalami proses pelapukan serta tercampur dengan tanah, material vulkanik ini dapat memberikan manfaat bagi pertanian.
Abu vulkanik mengandung berbagai mineral, antara lain silika, besi, magnesium, kalsium, natrium, dan kalium. Mineral tersebut berpotensi mendukung kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman.
Abu vulkanik yang bercampur dengan tanah juga dapat membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan aerasi. Tak hanya itu, partikel abu juga berpotensi membantu tanah mempertahankan kelembaban sehingga dapat mendukung kondisi tanah untuk pertumbuhan tanaman.
Tetap Waspada, Jangan Panik
Aktivitas erupsi sebuah gunung memang membawa sejumlah risiko yang perlu diwaspadai seperti penyebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu aktivitas dan mengancam kesehatan. Namun ada baiknya untuk tetap tenang dan memantau aktivitas erupsi dari berbagai kanal resmi agar mendapat informasi yang terpercaya.
Sekarang yang perlu kita lakukan adalah menjaga imunitas tubuh, mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memakai masker apabila ada kegiatan mendesak di luar ruangan. Tetap tenang dan semangat ya Bekasinians.
Ditulis Oleh Owen

