Inspirasi

Keren! Warga Pondok Melati Ubah Kantong Kresek hingga Styrofoam Jadi BBM

KOTA BEKASI – Sampah plastik selama ini dianggap tidak bernilai. Namun di tangan ibu-ibu Bank Sampah Unit (BSU) Gempita, sampah plastik disulap menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Inovasi pengolahan sampah plastik ini dilakukan warga Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Mereka memanfaatkan mesin pirolisis untuk mengubah plastik menjadi cairan BBM.

Berawal dari Sampah Plastik yang Tak Laku Dijual

Ide ini muncul dari banyaknya sampah plastik residu di bank sampah. Plastik seperti kresek, styrofoam, dan bubble wrap sulit dijual karena harganya yang rendah.

Daripada dibuang begitu saja, BSU Gempita mencari solusi. Mereka mengolah sampah tersebut menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Sekjen BSU Gempita, Hesti Warih MR, menjelaskan tujuan utama program ini. Fokusnya bukan sekadar produksi BBM, melainkan mengurangi sampah tak bernilai.

“Kami tidak semata-mata mencari premiumnya, karena kami berpikir untuk mengurangi sampah yang tidak bernilai,” kata Hesti, Senin (21/9/2026).

Mesin Pirolisis Bisa Olah 5 Kg Sampah Dalam Sekali Proses

sumber: kompas.com

Mesin pirolisis menjadi kunci utama proses daur ulang ini. Dalam sekali proses, mesin mampu mengolah hingga 5 kilogram sampah plastik.

Berikut jenis plastik yang bisa diolah menjadi BBM:

  • Kantong plastik atau kresek
  • Styrofoam
  • Bubble wrap
  • Sampah plastik residu lainnya

Melalui proses ini, plastik yang tadinya tak berguna kini menghasilkan cairan bahan bakar.

Mesin Didapat dari Program Bekasi Keren

Mesin pirolisis ini bukan didapat sembarangan. BSU Gempita memperolehnya lewat program Bekasi Keren pada 2024. Mesin tersebut dibeli dari Blitar seharga Rp28,5 juta.

Sejak 2025, mesin ini mulai dioperasikan secara rutin oleh BSU Gempita. Kehadiran mesin ini menjadi solusi nyata. Sampah residu yang sulit dijual kini bisa dimanfaatkan kembali.

Hasil BBM Belum Dijual, Masih untuk Operasional

Cairan BBM hasil olahan belum dipasarkan ke publik. Untuk saat ini, cairan tersebut digunakan untuk kebutuhan internal BSU Gempita.

Beberapa pemanfaatannya antara lain:

  • Bahan bakar kendaraan pengangkut sampah
  • Bahan bakar mesin potong rumput
  • Kebutuhan operasional lainnya

Dengan cara ini, sampah plastik tak bernilai tetap memberi manfaat nyata bagi operasional bank sampah.

Bukan Sekadar Menghasilkan BBM

Bagi BSU Gempita, program ini punya makna lebih dari produksi bahan bakar. Ini menjadi langkah nyata mengurangi volume sampah residu.

Semakin banyak plastik yang diolah, semakin sedikit sampah yang terbuang percuma. BSU Gempita berharap inovasi ini bisa terus dikembangkan ke depannya.

Ditulis oleh Safina