
Halo Bekasinians! Sekarang warga Bekasi bisa makin gampang, cepat, dan efisien kalau mau bepergian pakai transportasi umum. Lho, kok bisa? Soalnya Kota Bekasi lagi serius banget mengusung konsep Transit-Oriented Development (TOD) lewat digelarnya “Groundbreaking TOD Summarecon” pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi!
Proyek integrasi hasil kolaborasi Summarecon dan PT KAI ini diluncurkan langsung oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, bersama Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono dan Wamenhub Suntana. Ini bukan cuma sekedar penambahan stasiun biasa, tapi jadi awal dari hadirnya kawasan TOD. Dengan mengangkat tema Mewujudkan Pembangunan Kawasan Berorientasi Transit, acara ini resmi digelar di Kota Bekasi pada 24 Juli 2026.
Apa Sih Konsep TOD Itu?

Biar makin paham, Transit-Oriented Development (TOD) itu adalah konsep penataan kawasan modern yang menyatukan tempat tinggal (seperti apartemen), pusat perbelanjaan, perkantoran, dan fasilitas umum langsung di sekitar stasiun atau halte transportasi publik.
Konsep ini bikin semua kebutuhan kamu ada dalam jarak selangkah. Mau berangkat kerja, belanja, atau sekedar menikmati ruang kota, kamu cukup jalan kaki tanpa perlu menggunakan kendaraan pribadi.
Suara Pemkot Bekasi Soal Proyek TOD
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengapresiasi tinggi hadirnya proyek TOD ini. Menurutnya, modernisasi transportasi publik seperti KRL dan LRT yang terintegrasi secara terkonsep akan mengubah pola mobilitas masyarakat.
“Akses yang semakin mudah membuat Bekasi tidak lagi dipersepsikan sebagai sekadar lokasi ‘tinggal, lalu bekerja di Jakarta’. Kota ini juga berkontribusi sebagai kota tujuan untuk menetap dan beraktivitas. Bumi Patriot saat ini telah bertranformasi menjadi kota metropolis modern dan terkoneksi,” ujar Wakil Wali Kota Harris Bobihoe.
Manfaat Proyek TOD Stasiun Extension Bekasi bagi Warga
Ketika proyek Stasiun Extension dan kawasan TOD ini resmi beroperasi, warga Bekasi bakal merasakan perubahan gaya hidup yang jauh lebih praktis dan nyaman. Perjalanan harian menuju Jakarta atau area sekitarnya jadi jauh lebih efisien dan bebas dari stres kemacetan, bahkan ongkos bensin harian pun bisa lebih irit.
Nggak cuma itu, hadirnya jalur pejalan kaki yang tertata rapi akan mendukung gaya hidup urban yang walkable, bikin kamu bisa berpindah dari hunian ke stasiun, mal, area komersial, hingga fasilitas umum lainnya tanpa menggunakan kendaraan pribadi.
Lebih kerennya lagi, semakin banyak warga yang beralih ke transportasi umum dan rajin jalan kaki, emisi gas buang kendaraan bakal berkurang drastis sehingga kualitas udara di Bekasi pun jadi jauh lebih segar dan hijau.
Ditulis Oleh Owen
