Muhammad Rafa Raditya Abdurrahman resmi terpilih menjadi bagian dari Squad ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026 Indonesia. Turnamen ini diselenggarakan di Sumatera Utara pada 1-13 Juni 2026 dengan Indonesia sebagai tuan rumahnya. Dalam ajang ini, Indonesia tergabung di Grup A bersama dengan Vietnam, Myanmar, dan Timor Leste.
Awal Terjun ke Dunia Sepak Bola
Rafa memiliki ketertarikan terhadap dunia sepak bola sejak usia dini. Ia mulai akrab dengan si kulit bundar pada usia 10 tahun, saat masih duduk di kelas 4 SD. Momen tersebut bermula dari keikutsertaannya dalam turnamen antarsekolah yang sekaligus menjadi ajang seleksi untuk mewakili Kota Semarang dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).
Menariknya, Rafa adalah anak dari pemain sepak bola legendaris nasional, yaitu Maman Abdurrahman. Maman pernah membela PSIS dari 2005 hingga 2008, dan menjadi Pemain Terbaik Liga Indonesia pada 2006 dengan posisi di bek tengah.
Walaupun begitu, keinginan Rafa untuk menjadi pesepak bola profesional berasal dari dirinya sendiri, bukan karena paksaan kedua orang tuanya. Rafa mengaku bahwa ayahnya membebaskan dirinya mengejar mimpi sesuai keinginan sendiri.
Mengikuti Pelatihan untuk Asah Bakat
Kariernya diawali saat masih di Sekolah Sepak Bola (SSB), Rafa sebenarnya bermain sebagai gelandang. Namun, setelah pindah ke Jakarta, sang ayah menyarankannya untuk bergeser pada lini belakang karena melihat postur tubuh Rafa yang tinggi. Dengan tinggi badan yang mencapai 180 cm, posisi bek tengah menjadi pilihan tepat baginya.
Selain mengikuti SSB, Rafa juga mengasah bakatnya di Elite Pro Academy (EPA) U-16, kompetisi liga sepak bola usia muda resmi di Indonesia yang diperuntukkan bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun.
Perjalanan Rafa di Dunia Sepak Bola
Berkat bakatnya, Rafa berhasil terpilih menjadi pemain Persija Jakarta sejak 1 Januari 2022. Bersama tim Macan Kemayoran tersebut, ia berada di posisi bek dan bek tengah. Rafa pernah mengikuti Liga 1 musim 2023/2024 dengan nomor punggung 57.
Di tahun 2025, Rafa menjadi salah satu pemain yang dipinjam atas kerja sama Pekanbaru FC dengan Persija Jakarta.
Kariernya di dunia sepak bola terus menunjukkan peningkatan. Rafa mendapatkan kesempatan untuk menjalani pemusatan latihan (Training Camp) Tim Nasional U-20 bersama skuad Garuda Muda di Surabaya.
Selama berada di bawah asuhan pelatih Nova Arianto, Rafa mengaku mendapatkan banyak pelajaran baru. Salah satunya adalah pemahaman filosofi permainan yang diterapkan di Timnas, yang kini diselaraskan dengan konsep permainan Timnas senior. Selama masa latihan, para pemain diberikan bekal mencakup aspek taktik, kekuatan fisik, hingga kesiapan mental.
Kerja keras dan konsistensi telah membawa Rafa hingga berada di titik kesuksesan sekarang. Menyandang status sebagai anak dari bintang timnas tidak membuatnya merasa tertekan. Sebaliknya, Rafa memilih untuk tetap fokus bekerja keras seperti pemain lainnya.
Ditulis oleh Deviana
