Events

Festival Adu Bedug dan Dondang Mustikajaya Kembali Hadir, Tradisi Budaya Asli Bekasi yang Terus Dilestarikan

Segera hadir Festival Adu Bedug dan Dondang di Mustikajaya

Kota Bekasi – Warga Kecamatan Mustikajaya kembali bersiap menyambut Festival Adu Bedug dan Dondang di tahun 2026. Festival ini merupakan salah satu tradisi budaya khas Bekasi yang terus dilestarikan oleh masyarakat secara turun-temurun.

Festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 19 April 2026. Lokasi kegiatan berada di Stadion H. Natrom Nursyamsu, Mustikajaya, Kota Bekasi. Acara ini menjadi salah satu tradisi yang rutin digelar setiap tahun di wilayah Mustikajaya. Festival ini selalu menarik perhatian warga dari berbagai kelurahan.

Festival Adu Bedug dan Dondang Mustikajaya 2026 akan dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat. Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto Tjahjono dan Wakil Wali Kota Bekasi Dr. H. Harris Bobihoe dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut. Camat Mustikajaya Maka Nachrowi, juga akan turut hadir pada festival budaya ini. Tokoh masyarakat Mustikajaya H. Dhana S. Wirawan serta Ketua Panitia Festival Adu Bedug dan Dondang H. Nasro Dwiprana juga dijadwalkan hadir memeriahkan acara tersebut.

Tradisi Budaya yang Terus Dilestarikan

Festival Adu Bedug dan Dondang merupakan tradisi budaya Betawi yang telah lama hidup di tengah masyarakat Bekasi. Dari tahun ke tahun, pelaksanaan festival ini terus mendapat dukungan dari Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sebagai bentuk komitmen dalam menjaga budaya daerah.

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan budaya dan arak-arakan bedug serta dondang. Masyarakat dari berbagai lingkungan akan turut ambil bagian dalam festival tersebut. Warga menampilkan bedug dan dondang yang dihias dengan berbagai tema. Tema yang ditampilkan biasanya berkaitan dengan budaya, religi, maupun nilai kebangsaan.

Dondang sendiri merupakan replika seserahan tradisional yang biasa dibawa dalam prosesi pernikahan masyarakat Betawi. Sementara itu, bedug menjadi simbol penting dalam tradisi keagamaan masyarakat.

Festival ini juga sering dimeriahkan dengan pertunjukan seni seperti tari topeng, marawis, hingga pencak silat. Kegiatan ini menjadi bukti kuatnya semangat masyarakat dalam menjaga warisan budaya. Tradisi lokal tetap hidup meskipun masyarakat berada di tengah perkembangan zaman modern.

Wadah Kebersamaan dan Silaturahmi Warga

Festival Adu Bedug dan Dondang tidak hanya menjadi hiburan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarwarga setelah Idul Fitri.

Setiap kelurahan di Kecamatan Mustikajaya biasanya mengirimkan perwakilan untuk berpartisipasi. Mereka menampilkan kreativitas melalui dekorasi dondang dan iringan bedug.

Antusiasme masyarakat terhadap festival ini selalu tinggi setiap tahunnya. Ribuan warga biasanya hadir untuk menyaksikan kemeriahan acara tersebut.

Pemerintah Kota Bekasi juga terus mendorong masyarakat untuk menjaga tradisi budaya ini. Festival tersebut dinilai mampu memperkuat identitas budaya daerah. Selain itu, festival ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Mereka dapat mengenal budaya lokal yang diwariskan oleh masyarakat sebelumnya.

Kegiatan budaya seperti ini diharapkan dapat terus berlangsung setiap tahun. Festival ini juga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya di Kota Bekasi.

Ditulis oleh Khairunnisa