Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmen menghadirkan pembangunan yang merata melalui program hibah Rp100 juta untuk setiap RW. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memaparkan skema pengajuan hibah tersebut saat talkshow di Radio Dakta, Selasa 16 September 2025.
Tri mengatakan, program hibah ini menjadi bagian penting dari strategi pembangunan berkelanjutan di tingkat wilayah. Ia menekankan bahwa hibah bukan sekadar stimulus pembangunan infrastruktur, tetapi juga bagian dari penguatan ekonomi lokal masyarakat.
Tri menjelaskan, setiap RW wajib membentuk pengelolaan bank sampah sebelum mengajukan dana hibah ke pemerintah. Menurutnya, kebiasaan memilah sampah harus dimulai dari rumah tangga sebagai langkah awal menjaga lingkungan. Jika RW terkendala lahan, maka Dinas Lingkungan Hidup atau BSIP siap memberikan dukungan fasilitas.
Sampah di Bekasi Harus Ditangani dengan Serius
Saat ini Kota Bekasi menghasilkan rata-rata seribu ton sampah setiap hari yang diangkut ke TPA. Tri menyebutkan persoalan sampah adalah ancaman serius, bahkan bisa menjadi bom waktu jika diabaikan bersama. “Kalau kita ingin kota ini bersih, harus dijaga bersama,” ucap Tri mengingatkan peran semua pihak. “Persoalan sampah hanya bisa diselesaikan dengan kepedulian warga dan komunikasi yang berkesinambungan,” tambahnya menegaskan komitmen pemerintah.
Target pemerintah adalah menyelesaikan persoalan pengolahan sampah secara menyeluruh pada 2027 mendatang. Target tersebut dilakukan dengan dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan partisipasi aktif warga.
Penentuan Program Prioritas
Melalui program RW Berdaya, setiap RW diminta bermusyawarah dengan warganya untuk menentukan program prioritas. Tri menekankan dana Rp100 juta adalah uang negara yang wajib dipertanggungjawabkan sesuai aturan administrasi. Prinsip clean government harus dijaga agar program hibah benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain fokus lingkungan, RW juga memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan masyarakat di wilayahnya. Tri mencontohkan program pencegahan penyakit menular seperti TBC, demam berdarah, dan penanganan stunting. Pemerintah Kota Bekasi juga menyiapkan handy talkie (HT) untuk menunjang koordinasi keamanan di tiap RW. Fasilitas ini diharapkan memperkuat sistem komunikasi warga dalam menjaga keamanan lingkungannya.
Untuk Pembangunan yang Merata
Tri menegaskan program hibah adalah wujud realisasi janji kampanye pembangunan merata dari bawah. Menurutnya, RW memiliki tugas mulia sekaligus berat sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Kepedulian dan komunikasi bersama diyakini menjadi kunci menjadikan Kota Bekasi lebih bersih dan sehat.
Selain itu, upaya pencegahan stunting juga mendapat perhatian serius dalam program RW Berdaya. Tri mengimbau pentingnya pemeriksaan kesehatan pra-nikah, termasuk cek darah bagi pasangan calon pengantin. Masa kehamilan pun harus dijalani dengan pola hidup sehat, istirahat cukup, dan lingkungan bersih. Lingkungan bebas penimbunan barang tak berguna juga mendukung tumbuh kembang anak lebih baik.
Dengan sinergi pemerintah dan masyarakat, visi Kota Bekasi yang bersih serta sehat diyakini tercapai.

