Bekasi – Kegiatan SAPA Lansia kembali sukses diselenggarakan dengan dua rangkaian acara yaitu Pra Acara pada 13-14 Juni dan Acara Puncak pada 20 Juni 2026. Acara yang diadakan oleh Mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) dari konsentrasi Public Relations dan Digital Communication kelas PRDC27-1TP ini berlangsung meriah di Kecamatan Jatiasih.
Sebelum acara utama dimulai, panitia menggelar konferensi pers di Lapangan Kecamatan Jatiasih untuk memaparkan tujuan dan rangkaian kegiatan. Agenda ini turut menghadirkan Ketua Pelaksana, Ketua Komunitas Batik Bekasi, Kepala Sekolah Lansia Jatiasih (SELASIH), hingga Dosen Community Development LSPR Institute.
Tak hanya itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, turut hadir memeriahkan Acara. Kehadirannya menambah semangat para lansia untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir.
Tema SAPA Lansia Vol. 2
Melanjutkan kesuksesan Vol. 1, SAPA Lansia Vol. 2 kali ini mengusung tema “Panggung Ceria: Cerita Karya Lansia”. Tema bertujuan untuk menyatukan generasi muda dan lansia melalui pelestarian budaya.
Untuk mewujudkan tema tersebut, program ini menggandeng Sekolah Lansia SELASIH sebagai mitra utama. Melalui kolaborasi ini, SAPA Lansia menjadi wadah bagi para lansia untuk tetap aktif, produktif, dan terus berkarya.
Rangkaian Kegiatan
Rangkaian Pra Acara dimulai dengan Lokakarya Membatik bersama komunitas SELASIH di Komplek Satwika Permai, Kecamatan Jatiasih pada Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan Pra Acara dilanjutkan dengan agenda Potret Karya Lansia yang bertempat di Aula Kelurahan Jatiluhur pada Minggu, 14 Juni 2026.
Kegiatan Pra Acara ini juga menggandeng Komunitas Batik Bekasi untuk mengenalkan lima pakem atau motif khas Batik Bekasi. Pada konferensi pers, Ketua Komunitas Batik Bekasi, Barito Hakim Putra, mengungkapkan bahwa para lansia sangat antusias mempelajari teknik membatik menggunakan canting, kuas, maupun cat. Menurutnya, program ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemberdayaan, melainkan juga efektif dalam mengedukasi masyarakat mengenai Batik Bekasi.
Setelah konferensi pers, agenda kegiatan dilanjutkan dengan acara utama yaitu Fashion Show Batik SELASIH serta pertunjukkan tari dan musik angklung dari sekolah SELASIH di Halaman Kecamatan Jatiasih pada Sabtu, 20 Juni 2026. Melalui kegiatan Fashion Show, para lansia dengan bangga berjalan di atas runway untuk memamerkan hasil kain batik buatan mereka sendiri.
Kemeriahan acara dilanjutkan dengan pertunjukkan angklung dan tari berbaris yang menunjukkan bahwa usia bukanlah hambatan untuk terus berkarya, belajar, dan aktif mengikuti aktivitas sosial maupun budaya. Seluruh kegiatan ini kemudian ditutup secara hangat melalui sesi senam dan makan siang bersama.
Majalah SELASIH
Setelah seluruh rangkaian acara, SAPA Lansia Vol. 2 akan meluncurkan majalah SELASIH yang menjadi bentuk apresiasi dan dokumentasi abadi. Majalah ini menyatukan seluruh perjalanan program, dokumentasi kegiatan, dan hasil karya peserta.
Peluncuran majalah diharapkan dapat menjadi kenang-kenangan yang menyimpan setiap momen indah selama pelaksanaan SAPA Lansia Vol. 2. Selain itu, majalah ini juga menjadi penghargaan terhadap kontribusi, dan semangat berkarya yang telah ditunjukkan oleh para lansia selama kegiatan.
Apresiasi dan Harapan untuk SAPA Lansia Vol. 2
Tri Adhianto mengapresiasi pemberdayaan lansia agar mereka tetap diberi ruang untuk belajar dan berkarya. Hal ini sejalan dengan fokus Pemerintah Kota Bekasi yang mendukung para lansia dapat terus hidup sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bahagia dalam menjalani masa tua yang bermakna.
Selaras dengan dukungan tersebut, Ketua Pelaksana SAPA Lansia Vol. 2, menyampaikan dalam konferensi pers bahwa program ini hadir untuk mendukung para lansia agar tetap aktif, berdaya, dan memperoleh apresiasi dari masyarakat.
Melalui program tersebut, panitia berharap dapat memberikan pengalaman serta dampak sosial yang positif dan mendalam bagi peserta. Selain itu, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran lansia dalam melestarikan nilai budaya dan memperkuat hubungan antargenerasi.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Sekolah SELASIH, Chan Widiyatmo, menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi ini. Menurutnya, program ini berhasil memberikan ruang bagi para lansia untuk mengekspresikan diri melalui aktivitas kreatif. Chan juga menyampaikan harapannya agar program ini dapat memicu peningkatan kualitas hidup lansia di Indonesia supaya mereka mampu menjalani masa tua dengan sehat, mandiri, dan bahagia.
Ditulis oleh Deviana
