Inspirasi

From Bekasi Marathon to Tokyo Marathon

Awal Mula dan Perjalanan Menuju Dunia Lari

Dicky Aulia Fatonah Sidiq memulai perjalanannya di dunia lari bukan sebagai atlet profesional, melainkan sebagai seorang pelari kantoran yang mengikuti berbagai event lari di Indonesia. Sebagian besar event yang ia ikuti berada di kategori non-marathon, hingga akhirnya ia mulai menantang dirinya sendiri untuk berlari lebih jauh.

Pada tahun 2019, ia memberanikan diri untuk mengikuti Borobudur Marathon, yang menjadi titik awal perjalanannya di dunia marathon. Pengalaman ini menumbuhkan ambisinya untuk berkembang lebih jauh. Pada tahun 2020, Dicky mengikuti seleksi Pacer Pocari Sweat dan berhasil lolos. Selama tiga tahun ( 2020-2022 ), ia menjalani peran sebagai pacer, membantu pelari lain mencapai target mereka dalam berbagai event lari.

Keberhasilannya sebagai pacer membuka kesempatan baru. Pada tahun 2022, ia kembali mengikuti seleksi untuk menjadi ASICS Running Lead ( ARL ) dan kembali lolos. Selama tiga tahun ( 2022-2024 ), ia aktif sebagai ARL, semakin mengukuhkan kiprahnya di dunia lari dan komunitasnya.

Melangkah Lebih Jauh Menuju World Marathon Majors

Bermimpi besar adalah langkah awal, tetapi mewujudkannya membutuhkan usaha nyata. Dicky mulai menargetkan untuk berlari di salah satu ajang World Marathon Majors (WMM), 6 marathon paling prestisius di dunia yaitu Tokyo, Boston, London, Berlin, Chicago, dan New York.

Kesempatan pertamanya datang pada Agustus 2023, ketika ia memenangkan giveaway slot Berlin Marathon. Momen ini menjadi titik balik dalam perjalanannya. Untuk pertama kalinya, ia bepergian ke luar negeri hanya untuk mengikuti marathon. Ketika berhasil mencapai garis finish di Berlin, ia merasa bahwa ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi awal dari impian yang lebih besar yaitu menyelesaikan seluruh WMM.

Setelah Berlin, langkah berikutnya semakin jelas. Ia menyelesaikan London Marathon dan New York Marathon pada tahun 2024, memperkuat komitmennya untuk menuntaskan enam marathon bergengsi ini. Hingga akhirnya, pada awal 2025, ia mendapatkan kesempatan emas untuk berlari di Tokyo Marathon.

Bagi Dicky, marathon bukan hanya soal garis finish. Setiap event yang ia ikuti adalah kesempatan untuk belajar dan mempelajari bagaimana sebuah race skala internasional dikelola, memahami sistem manajemen peserta, serta melihat bagaimana event besar di luar negeri berjalan. Semua pengalaman ini ia terapkan dalam Bekasi Marathon, event marathon di Bekasi yang telah ia jalankan sejak tahun 2022 hingga 2025, dengan tujuan meningkatkan kualitas event lari di Indonesia.

Prestasi dan Kontribusi dalam Dunia Lari

Selain sebagai pelari, Dicky juga berperan aktif dalam membangun komunitas dan mengelola event lari. Berikut adalah beberapa pencapaiannya:

  • Juara 1 Tim Antar Lembaga Kemenkeu Run 2023
  • Juara 1 Tim Antar Unit Eselon I Kemenkeu Run 2023
  • Juara 1 Pria Kemenkeu Run 2023
  • Juara 2 Pria ASN Run 2023
  • Juara 2 Pria Bekasi Marathon 2023
  • Juara 3 Pria Boba Race Nasional 2023
  • Juara 3 Tim Relay UI Ultra 2023
  • Juara 3 Tim Community Challenge BTN Run 2023
  • Juara 3 Tim Metaversary 2023
  • Finisher Full Marathon Berlin 2023, London 2024, Sydney 2024, New York 2024, Tokyo 2025
  • Pacer dan Coach di berbagai event lari nasional
  • Race Director untuk Bekasi Marathon, Kemenkeu Run, dan berbagai event lainnya

Selain itu, ia juga aktif sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan Brand Ambassador untuk berbagai brand ternama seperti ASICS Indonesia, STRIVE Indonesia, Pocari Sweat, Kahf, Fitbar, Coros Indonesia, dan banyak lainnya. Di luar itu, Dicky juga berperan dalam membangun komunitas lari, salah satunya dengan menjadi Captain CEORunners pada 2022-2024, yang merupakan salah satu komunitas lari terbesar di Bekasi.

Lari Bukan Sekadar Tentang Kecepatan

Dari seorang pelari kantoran yang awalnya lebih sering mengikuti event non-marathon, hingga berhasil menyelesaikan World Marathon Majors, perjalanan Dicky adalah bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan mimpi besar bisa membawa seseorang ke level yang lebih tinggi.

Kini, ia bukan hanya seorang pelari, tetapi juga seorang mentor, penyelenggara event, dan inspirasi bagi komunitas lari di Indonesia. Baginya, lari bukan hanya tentang kecepatan, tetapi tentang perjalanan, pembelajaran, dan berbagi semangat dengan orang lain.

Leave a Comment