Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Indonesia, khususnya Kota Bekasi. Warta Kusuma, mantan bek tangguh Timnas Indonesia era 1980-an dan pelatih ikonik Persipasi, meninggal dunia di RSUD Kota Bekasi pada Senin dini hari, 28 Juli 2025, dalam usia 62 tahun. Ia tutup usia akibat komplikasi diabetes yang telah lama dideritanya.
Sepanjang hidupnya, Warta dikenal sebagai sosok yang total mengabdikan diri untuk dunia sepak bola. Ia berjasa membawa Persipasi Bekasi menembus Liga 2 dan meraih dua kali medali emas cabang sepak bola di ajang Porprov Jawa Barat — prestasi yang membanggakan bagi masyarakat Kota Bekasi.
Jejak Emas dan Pengabdian
Warta Kusuma memulai karier profesionalnya di era Galatama bersama Warna Agung dan sempat memperkuat Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 1986. Sayangnya, cedera lutut serius memaksanya pensiun lebih dini. Namun, kecintaannya pada sepak bola tak luntur. Ia kemudian aktif melatih, membina, dan bahkan menjabat sebagai Direktur Teknik Askot PSSI Bekasi.
Sosok yang Membekas di Lapangan dan di Hati
Kepergian Warta Kusuma meninggalkan duka mendalam di kalangan sepak bola Kota Bekasi. Ketua Askot PSSI Bekasi, Zaenudin, menyampaikan bahwa sosok Warta adalah pelatih berpengalaman dan penuh dedikasi. “Kami sangat kehilangan. Beliau banyak berjasa dalam membina pemain muda dan membesarkan sepak bola Kota Bekasi,” ujar Zaenudin seperti dikutip dari GoBekasi.
Sementara itu, Afrizal, mantan anak asuh almarhum di Persipasi, juga mengenang Warta sebagai sosok yang tegas namun sangat perhatian. “Coach Warta bukan hanya pelatih, tapi juga bapak kedua bagi kami. Disiplin dan ketulusannya membentuk mental kami sebagai atlet,” katanya kepada Radar Bekasi.
Warisan untuk Sepak Bola Kota Bekasi
Lebih dari sekadar pelatih, Warta Kusuma adalah arsitek fondasi sepak bola Kota Bekasi modern. Semangatnya membina dari bawah, melatih dengan hati, dan mencintai olahraga ini tanpa pamrih akan terus dikenang oleh generasi muda.
Selamat jalan, Coach Warta. Jasamu abadi di setiap lapangan tempatmu pernah berdiri.