Di Kota Bekasi, terdapat suatu festival yang biasanya diadakan setelah Hari Raya Idul Fitri. Festival tersebut yaitu Adu Bedug dan Dondang, sebuah tradisi khas masyarakat Betawi yang telah hadir sejak tahun 1950-an. Festival ini bermula sejak warga Kampung Mustikajaya yang menjadikan budaya ini sebagai hiburan setelah lebaran, kini Festival Adu Bedug dan Dondang menjadi ajang silaturahmi warga Kota Bekasi yang diadakan setiap tahun.
Asal Muasal Adu Bedug dan Dondang
Jika diartikan, sebenarnya antara Adu Bedug dan Arak Dondang merupakan dua aktivitas yang berbeda. Adu Bedug merupakan sebuah tradisi yang dilakukan masyarakat Betawi setelah Idul Fitri. Dalam momen tersebut, warga mengarak bedug keliling kampung untuk memberi pengumuman bahwa masyarakat harus segera berkumpul di satu tempat.
Lain halnya dengan Arak Dondang yang biasanya dilakukan saat upacara pernikahan. Di momen ini, pengantin laki-laki akan membawa dondang atau wadah berisikan berbagai makanan untuk diserahkan kepada pengantin perempuan. Di dalam dondang tersebut terdapat dua jenis makanan yaitu kue dan lauk pauk khas Betawi.
Kue yang biasanya disajikan di dalam dondang seperti dodol, geplak, wajik, calabia, dan uli, sedangkan lauk pauk yang biasanya dihidangkan seperti gabus pucung, ayam bakakak, opor ayam, dan sayur bandeng.
Festival Adu Bedug dan Dondang Masa Kini
Keunikan serta mulianya tujuan dari tradisi ini membuatnya tetap lestari bahkan berkembang hingga saat ini. Di mana warga akan berkumpul dan bersilaturahmi di satu titik untuk merayakan kemenangan setelah 30 hari menunaikan ibadah puasa.
Selain sebagai ajang bersilaturahmi, pada pelaksanaan Festival Adu Bedug dan Dondang di masa kini juga dilengkapi dengan bazaar UMKM yang semakin memeriahkan momen ini. Karenanya, festival ini hadir tidak hanya untuk memperpanjang tali silaturahmi antar warga Kota Bekasi, tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Bekasi.
Terlebih, saat ini penyelenggaraan Festival Adu Bedug dan Dondang juga didukung oleh Pemerintah Kota Bekasi setiap tahunnya, sehingga hadirnya festival ini semakin meriah dan selalu dinantikan oleh masyarakat.
Mari kita lestarikan budaya khas Betawi ini, agar silaturahmi terus terjalin di antara kita!