Inspirasi Komunitas

Resah Masalah Sampah di Kota Bekasi, Komunitas Bekasi Mengadakan Gerakan Bekasi Bersih


Pada Minggu, 3 Maret 2024 lalu, Komunitas Bekasi Ambil Peran yang berkolaborasi dengan Si Paling Lingkungan mengadakan gerakan bersih-bersih (cleanup) bertajuk “GEBBER (Gerakan Bekasi Bersih)”.

Kegiatan yang diadakan pada saat Car Free Day (CFD) Kota Bekasi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Bulan Peduli Sampah Nasional tahun 2024.

GEBBER dihadiri sekitar 24 anak muda Kota Bekasi dari berbagai komunitas yang memiliki keresahan yang sama terhadap isu sampah di Kota Bekasi.

Salah satu Inisiator Bekasi Ambil Peran, Muhammad Khairy Hanif menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya pendorong semangat pemuda Kota Bekasi akan kepedulian terhadap permasalahan sampah di Kota Bekasi.

“Kami menjawab isu ini dengan menyediakan platform berupa Gerakan Bekasi Bersih bagi masyarakat, terutama anak muda di Bekasi, untuk terlibat dalam penyelesaian masalah persampahan,” ucap Hanif.

Kegiatan ini berlangsung di area depan GOR Stadion Patriot Candrabaga Kota Bekasi dimana relawan berjalan di sekitar Jl. Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Salah satu tim pelaksana kegiatan dari Komunitas Si Paling Lingkungan yaitu Nur Hesti Ningrum menyampaikan bahwa sampah yang berasal dari Car Free Day tersebut dikumpulkan dan dipilah menjadi beberapa jenis.

“Sampah yang telah kami kumpulkan di sepanjang Jl. Ahmad Yani ini kami pilah menjadi 3 jenis yaitu residu, plastik, dan puntung rokok. Sampah-sampah ini akan kami tampung untuk dibawa ke bank sampah yang sudah kami hubungi,” ujar Hesti.

Peserta GEBBER berhasil mengumpulkan 18 karung penuh dengan berat mencapai 44,3 kg yang terdiri dari residu sebanyak 41,7 kg, plastik dan botol plastik sebanyak 1,7 kg, serta puntung rokok sebanyak 0,9 kg.

Selain mengumpukan sampah bersama, dalam kegiatan ini, dilaksanakan juga kegiatan edukasi mengenai krisis pengelolaan sampah di Kota Bekasi.

Penulis dari Tim Edukasi Kegiatan Gerakan Bekasi Bersih Yudhistira Jalu Waskito menyampaikan bahwa masalah pengelolaan sampah di Kota Bekasi merupakan masalah yang sistemik.

“Permasalahan sampah di Kota Bekasi tidak hanya sekedar diatasi melalui gerakan cleanup saja, tetapi perlu ada peran dari pemerintah, masyarakat,
industri, dan stakeholder lain untuk menyelesaikan masalah ini secara komprehensif,” tegas Jalu.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan dan Lingkungan Bekasi Ambil Peran Romario Dion menyatakan bahwa Bekasi Ambil Peran terus berkomitmen dalam mengangkat isu-isu lingkungan di Kota Bekasi.

“Ke depan, kami akan mengangkat kajian terkait permasalahan pengelolaan sampah di TPA sekitar Kota dan Kabupaten Bekasi sebagai upaya kami selaku pemuda dalam mengatasi masalah sistemik yang tidak kunjung selesai ini,” tutup Dion.

Leave a Comment